Senin, 28 Oktober 2013

celoteh buwat sumpah pemuda

Kalah telak

“Tin…tin…..tin…….” suara klakson mobil, motor, bajaj hingga kopaja saling bersahut-sahutan. Doni hanya bisa pasrah dan menekuk muka. Sekarang sudah pukul 06.50, kurang sepuluh menit lagi gerbang sekolah akan ditutup sementara ia masih ada di dalam bajaj yang tengah terjebak dengan kemacetan kota Jakarta. Ia harus membuat sebuah keputusan besar dalam hidupnya.
“Bang saya turun sini aja deh bang ,ini ongkosnya!” Ujar Doni sambil bersiap-siap lari marathon menuju sekolahnya.
Dengan peluh membanjiri tubuhnya Doni berhasil sampai di sekolah pukul 07.05. Setelah  sedikit merayu pak satpam dengan iming-iming kaset terbaru Ridlo Rhoma, akhirnya ia diperbolehkan masuk. Sesampainya di kelas Doni langsung menuju bangku favoritnya, bangku paling belakang dekat jendela. Tujuan ia duduk disana cuma satu yaitu agar ia bisa puas melihat cewek-cewek di kelas sebelah yang sedang olahraga. Sedang asyik-asyiknya mengamati, pak Joko guru sejarah datang.
“Selamat pagi anak-anak! Hari ini kita akan belajar mengenai sumpah pemuda.  Baik, sekarang buka buku sejarah kalian halaman 40. Baca dan renungkanlah makna sumpah pemuda.” Titah pak Joko.
Doni yang ketahuan tidak membawa buku dan malah asyik memperhatikan siswi-siswi kelas sebelah yang sedang berolahraga akhirnya tertangkap basah oleh pak Joko.
“Doni! Berani-beraninya kamu tidak membawa buku saat pelajaran saya. Sekarang kamu maju dan dan sebutkan isi dari sumpah pemuda!” perintah pak Joko tegas.
“Ba..ba…baik pak” jawab Doni pasrah. Dengan langkah jumawa serta tingkat kepede-an yang amat tinggi Doni maju ke depan kelas. Tanpa babibu lagi Doni segera berkata dengan amat lantang “ Saya pemuda indonesia 2013 berjanji dengan ini untuk tidak galau-galauan lagi.  Saya pemuda Indonesia berjanji dengan ini untuk lebih menjunjung tinggi martabat Indonesia di jejaring-jejaring social seperti :facebook,  twitter, friendster dan lain-lain. Saya pemuda Indonesia berjanji dengan ini untuk membuang jauh-jauh bahasa alay dan akan selalu menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan KBBI. saya  …..”
“Stop..stop! Doni… apa-apaan kamu ini? Itu bukan termasuk isi sumpah pemuda,  kamu ini ngawur saja” amuk pak Joko.
Tiba-tiba Rahman berdiri dan mulai memprotes pak Joko“tidak pak Doni benar. Bukankah kita ini termasuk pemuda  Indonesia? Jadi sumpah yang kita ucapkan bisa juga disebut dengan sumpah pemuda. benarkan teman-teman? Hidup pemuda Indonesia !”
“Hidupp!!” jawab teman-temannya serempak.

Duar !! Pak Joko merasa kalah telak dari muridnya. Ia hanya bisa mengulum senyum menghadapi murid-muridnya yang sangat kritis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar